Journey into Motherhood

Pengalaman Kehamilan Pertama di Belanda: Ngidam! :)

Setiap kehamilan memang unik ya? Sama halnya seperti karakter setiap orang (tepat tidak ya asosiasinya?? hehee… :D). Apalagi, jika menyangkut ngidam. Ada ibu hamil yang ngidam makanan (ini sih umum ya? :D), ada yang ngidam suatu barang, atau bahkan tidak mengidam-idamkan sesuatu sama sekali. Nah, kalau saya, pada dasarnya tidak terlalu menginginkan sesuatu, kecuali makanan-makanan rumahan yang enak dan makanan khas Indonesia (hehee… itu sih sama aja seperti ngidam ya? :D). Kalau diingat-ingat, cukup beragam jenis makanan yang saya inginkan sewaktu masa-masa morning sickness beberapa minggu yang lalu, mulai dari croissants dan keju, kari ayam India, lontong sayur buatan ibunda, sate Padang, hingga combro (hehee… :D).

Suatu waktu, saat sedang kesulitan makan, saya ingin makan croissants dan keju. Entah kenapa. Pada saat itu, yang teringat ialah harum croissants hangat, hmmm… Lain waktu, saya ingin makan kari ayam India yang sering saya jumpai di kantin KAUST selama saya di sana. Di waktu yang lain, saya ingin makan lontong sayur dan combro buatan ibunda. Di waktu yang berbeda, saya ingin makan bubur ayam kaki lima. Huaaa! (dasar bumil… :P)

Untungnya, di Belanda cukup banyak toko-toko yang menyediakan bahan masakan dan bumbu khas Asia. Dengan semangat empat-lima (hehee… :D), saya memasak makanan-makanan yang saya inginkan tersebut, sejauh yang saya bisa.Thanks to Mr. Google! Saya bisa memenuhi macam-macam keinginan saya itu dengan mencontek resep dari berbagai sumber. Ternyata, bukan hanya menyenangkan diri sendiri tapi juga bisa menyenangkan suami ;).

Beberapa masakan racikan sendiri saat ngidam: combro isi tempe, kari ayam India, dan lontong sayur 🙂

Dalam memenuhi selera ngidam saya itu,  ada satu cerita yang cukup berkesan. Suatu waktu, saya ingin makan gado-gado Betawi dengan kangkung dan labusiam. Kangkung dan labusiam merupakan sayur yang terbilang ‘wah’ dan sulit dicari, hanya tersedia di Toko Oriental. Sementara, jarak antara apartemen kami dengan Toko Oriental terdekat ialah delapan kilometer. Sebenarnya, saya bisa mencari tebengan  ke sana. Namun, demi memenuhi keinginan saya yang menggebu-gebu terhadap gado-gado Betawi itu, saya bersepeda sendiri ke Toko Oriental tersebut, kira-kira hampir lima belas kilometer jauhnya (untuk perjalanan pulang pergi). Padahal, saat itu, usia kehamilan saya masih kurang dari dua belas minggu (ckckckkk… harap jangan ditiru ya, hehee.. :D). Sebetulnya, suami sudah berpesan bahwa saya tidak boleh bersepeda sendiri ke sana. Namun, saya nekat mengayuh sepeda ke sana demi mendapatkan seikat kangkung dan sebuah labusiam (hehee… :D).

Rencananya, saya mau menyembunyikan sayur-mayur itu dari suami. Saya kuatir ia marah karna saya tidak mengikuti sarannya untuk tidak bersepeda jauh-jauh. Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Meskipun sudah mencoba untuk dirahasiakan, pada akhirnya ketahuan juga (hehee… :D). Dengan dalih tidak ingin merepotkannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi, saya berhasil membujuk suami (hehee.. :D). Sehari kemudian, kangkung dan labusiam itu akhirnya saya olah menjadi gado-gado. Saya sajikan dengan lontong. Hasilnya… so satisfying! Saya senang sekali. Bukan hanya sukses memenuhi menu idaman saya, tapi saya juga berhasil menyenangkan suami karna gado-gado  lontong ialah menu favaoritnya (yaay! :D).

Kalau saya mengingat cerita ini suatu waktu di masa depan nanti, mungkin, saya akan tersenyum sendiri. Ada-ada saja ya? (hehee… :D). Dan kalau mengingat cerita ini, saya berharap bahwa bayi ini akan tumbuh menjadi anak yang berkemauan kuat dan sungguh-sungguh seperti ibunya (hehee… excuse! :D) semoga hanya untuk hal-hal kebaikan… (Aamiin… sambil mengelus-elus perut).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s