Journey into Motherhood

Pengalaman Kehamilan Pertama di Belanda: Puasa Ramadhan

Alhamdulillah… Senang rasanya bertemu lagi dengan Ramadhan. Meskipun suasana Ramadhan di sini tidak seindah seperti di negeri sendiri atau di Arab Saudi dahulu, tetap saja saya senang. Lagipula, Muslim mana ya yang tidak bahagia ketika bertemu lagi dengan Ramadhan? ๐Ÿ˜€ Tapi, eh, tapi.. Ramadhan tahun ini jatuh pada saat musim panas, lamanya puasa bisa sampai sekitar 17-18 jam, dan saya sedang hamil. Dahulu, saya sempat menetapkan hati untuk berpuasa jika saya hamil. Namun, puasa yang panjang membuat saya sempat ragu ๐Ÿ˜ฆ Bagaimana tidak? Selain tidak punya pengalaman puasa selagi hamil, saya hanya punya beberapa jam, sekitar 6-7 jam, untuk memenuhi asupan gizi saya dan bayi. Huaaa… ๐Ÿ˜ฅ

Setelah bertanya kepada ibu-ibu di sini, ada ibu yang menyarankan tidak mengapa jika ingin berpuasa, karna ia pun pernah berpuasa selama musim panas dua tahun sebelumnya, dengan panjang puasa sekitar 16 jam. Namun, ada ibu lain yang menyarankan untuk tidak berpuasa, karna kasihan dengan si baby jika sampai kekurangan gizi (sedih banget deh kalau sampai baby kekurangan gizi… hiks! ๐Ÿ˜ฅ ). Saya sendiri tidak punya nyali untuk bertanya dengan bidan alias verloskundige saya. Karna mereka orang Belanda, saya rasa, mungkin, mereka tidak toleran dengan ibadah puasa saat hamil, bisa-bisa mereka melarang saya dengan keras untuk berpuasa. Uh,ย malah membuat tambah bingung lagi nantinya. Akhirnya, saya konsultasi dengan suami dengan menimbang baik dan buruknya (alias kekuatiran saya). Setelah ditimbang-timbang, bismillah.. saya meniatkan hati untuk berpuasa semampu saya. Untuk memenuhi asupan gizi saya, saya mengatur strategi untuk puasa sehari atau dua hari kemudian libur berpuasa dan begitu seterusnya. Lagipula kan tidak ada salahnya mengambil libur, ibu hamil kan mendapat rukhsah (alias keringanan), dan Allah swt senang jika hambaNya mengambil keringanan yang diberikan (hehee.. :D).

Strategi pun alhamdulillah berjalan lancar. Namun, selama dua minggu terakhir, saya melihat bahwa angka berat badan saya stagnan. Uh, mulai ragu lagi untuk melanjutkan puasa atau tidak ๐Ÿ˜ฅ Saya bertanya lagi ke ibu maupun teman yang sedang hamil, karna masih tidak punya nyali untuk bertanya ke bidan saya. Kata seorang teman, berat badan tidak mengapa tidak bertambah, yang penting bayinya tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, saya tidak bisa mengetahui hal ini. Bagaimana saya tahu kalau saya tidak bertanya ke bidan? Dan bagaimana kalau nantinya bidan saya akhirnya tahu bahwa saya puasa. Uh, bisa rumit deh urusannya ๐Ÿ˜€ Nah, akhirnya teman saya tersebut dan teman yang lain, menyarankan saya untuk menanyakan kepada baby nya. Nah, saya bingung ni, bagaimana saya bisa bertanya dengan baby yang masih ada dalam perut saya? (heheee.. :D). Si teman saya ini memberitahu saya trik-nya, dan ย ia sudah mencobanya,ย inshaAllah baby akan merespon jika kita benar-benar terkoneksi. Hmmm… Meskipun agak skeptical,ย akhirnya saya mencoba cara ini. Suatu malam saya mencoba bertanya keย baby, “Baby… Amma (panggilan saya) mau puasa, nak. Baby bisa temani Amma puasa? Kalau iya, baby tendang Amma ya…”. Dan beberapa detik kemudian, saya merasakan tendangan baby! ๐Ÿ˜€ Aaaah, mashaAllah… Semoga baby menjadi anak yang sholih… Saya pun melanjutkan berpuasa.

Beberapa hari kemudian, saya mengunjungi suatu klinik khusus untuk di-USG untuk mengetahui perkembangan bayi. Kebetulan, saya mendapat kesempatan di-USG lagi. Setelah di-USG, seperti yang terlihat, baby tumbuh normal, beratnya pun normal. Dan saat saya menimbang badan, berat badan saya sudah bertambah lagi! ๐Ÿ˜€ Aaaah, alhamdulillah… ๐Ÿ™‚

Semoga Allah menerima dan memberkahi ibadah kita ya… Aamiin.. ๐Ÿ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s