Daily Heekmah

Menapaki Ilmu di Amsterdam

What would you expect from Amsterdam? Hmmm.. Saya rasa, sebagian besar dari kita pernah mendengar ‘gemerlap’nya Amsterdam ya? πŸ˜€ Saya sendiri belum pernah mencicipi gemerlapnya Amsterdam ini, cukup bagi saya mendengar cerita dari teman atau yang lainnya. Berbeda dengan segala cerita mengenai gemerlapnya, buat saya, Amsterdam menjadi salah satu tempat saya menapaki ilmu Allah di bumi Holland ini πŸ™‚

Sejak dahulu, sejak saya berhijab, saya ingin sekali memperbaiki bacaan Al Qur’an saya. Alhamdulillah, saya sudah bisa membaca Al Qur’an namun, saya masih kurang fasih dengan ilmu tajwid maupun makhraj (tempat keluar) huruf yang benar.Β  Jadi, saya bercita-cita untuk belajar membaca Al Qur’an lagi.

Ketika saya menuntut ilmu di Arab Saudi, saya mendapat kesempatan untuk belajar Al Qur’an bersama dengan teman-teman dari berbagai negara dalam suatu halaqah kecil. Namun sayang, halaqah kami hanya berjalan sebentar. Dengan segala kesibukan sebagai mahasiswa, pelan-pelan, satu persatu, termasuk saya, mengundurkan diri dari halaqah ini πŸ˜₯ Setelah menyelesaikan studi, saya kembali ke Indonesia. Saat itu, saya sibuk dengan segala persiapan keberangkatan ke Belanda. Lagi, saya kehilangan kesempatan untuk mempelajari Al Qur’an πŸ˜₯

Namun, pintu untuk mempelajari Al Qur’an justru terbuka di sini, di Belanda πŸ™‚ Awalnya seorang teman mengajak saya untuk menemani temannya untuk belajar mengenai makhraj huruf di Masjid Persatuan Pemuda Muslim Se-Eropa (PPME) Cabang Amsterdam. Berhubung saya belum memiliki kegiatan yang rutin, saya ikuti ajakan teman saya ini. Setelah pelajaran pertama, saya tertarik untuk ikut lagi pengajian makhraj dan Qiraati ini. Saya mantapkan hati dan tekad untuk mengikuti pengajian ini selanjutnya. Setelah beberapa pertemuan dalam kurun waktu hampir setengah tahun, alhamdulillah, saya mendapat banyak pelajaran yang berharga, yang nantinya bisa saya share ke suami, teman, atau anak-anak kelak (aamiin.. insyaAllah..). Meskipun bacaan saya masih jauh – jauh – jauh dari sempurna, namun saya bersyukur diberi jalan dan kesempatan untuk mewujudkan salah satu cita-cita saya πŸ™‚

Ilmu Allah sungguh luas ya? πŸ™‚ Bukan di negara sendiri atau di Arab Saudi, yang sepertinya banyak jalan untuk belajar Al Qur’an; di negara inilah, di negara yang masih ada (maaf) rasisme terhadap Muslim, saya bisa belajar. Selain itu, saya merasa bahwa ketika kita mengharapkan sesuatu atau berniat atas sesuatu sungguh Allah akan membalas harapan atau niat kita tersebut, entah di dunia atau di akhirat. Mungkin, karna itulah, kita diminta untuk jangan ragu meminta hal yang tertinggi dan berhati-hati dengan niat dan harapan kita. Hmmm.. Belajar dari pengalaman ini, saya pun membuat niat dan harapan untuk menggali ilmu Allah yang lainnya! πŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s