Parenting Notes

yang Ringan, namun Padat Berisi (Tips Parenting dari Workshop KPA)

Bismillaah…

Di post sebelumnya , saya sudah mencatat ikhtisar bagaimana berkomunikasi yang efektif dengan anak. Nah, di post kali ini, saya ingin mencatat beberapa tips parenting yang bagus dari Bu Erlik..

 

Pertama, tentang menanamkan kecintaan terhadap Allaah dan Islam..

Saya pernah membaca buku M. Fauzil Adhim yang berjudul “Segenggam Iman Anak Kita“. Wacana yang diangkat oleh M. Fauzil Adhim sangat bagus. Seringkali, kita sebagai orang tua terfokus untuk memberikan pengetahuan kognitif tentang Allaah, Islam dan Rasul, tanpa terlebih dahulu menanamkan kecintaan di dalam hati anak. Padahal, membangun rasa cinta sejatinya lebih penting daripada memberikan pengetahuan tentang rukun Iman, rukun Islam atau lainnya. Saya pernah mendengar kisah dari seorang teman yang mengetahui adanya jebolan Universitas Madinah yang kemudian menjadi liberal (Na’udzubillaah…). Sempat bertanya dalam hati mengapa bisa demikian. Hidayah dan iman sepenuhnya ialah hak Allaah. Namun, jika berkaca dari tulisan-tulisan M. Fauzil Adhim dalam bukunya tersebut, ternyata tanpa adanya rasa cinta, pengetahuan yang diketahui tidak mendekatkannya kepada Allaah, pengetahuan itu hanya sebatas pengetahuan. Ketika anak masih kecil, inilah jendela untuk membangun rasa cinta anak terhadap Tuhannya.

Nah, ketika di workshop KPA, Bu Erlik memberikan salah satu tips membangun kecintaan anak terhadap Allaah… Caranya?

Manfaatkan kesempatan dalam keseharian anak untuk mengenal Tuhannya. Ingat istilah, “Tak kenal, maka tak sayang” kan? Nah. Begitulah kira-kira. Misalnya, ketika anak selesai makan atau mendapat rizki apapun, jelasan bahwa sejatinya makanan atau rizki itu ialah dari Allaah. Sebutkan bahwa Allaah lah yang memberi rizki, Allaah Maha Pemberi Rizki (Ar Razzaq). Atau, ketika anak dapat menjawab pertanyaan kita, puji ia karna kecerdasannya, namun di saat yang sama jelaskan bahwa kecerdasan yang ia miliki ialah karena pemberian dari Allaah, Allaah Maha Pemberi Petunjuk (Ar Rasyiid). Atau, kenalkan ia dengan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullaah saw, seperti makan dengan tangan kanan, masuk kamar mandi kaki kiri terlebih dahulu, atau yang lainnya. Sering-sering lah diulang. Dengan begitu, perlahan-lahan ia akan mengenal Tuhannya, Rasulnya, dan terbangun kecintaannya.

 

Kedua, sedikit tentang ayah…

Ayah merupakan sosok yang penting dalam pendidikan anak. Ayah merupakan contoh ketegasan, baik bagi anak laki-laki maupun anak perempuan. Bagi anak laki-laki, ayah dapat memberikan teladan dan pendidikan bagaimana memasuki masa baligh, remaja maupun kelak menjadi suami dan ayah.

Dari seorang psikolog ternama, Bu Erlik menyarankan agar ayah banyak meyisihkan waktunya untuk anak sedini mungkin. Ayah dapat membuat jadwal dimana ia dapat melakukan aktivitas apapun berdua saja bersama si anak sepulang dari kerja. Jika anak ada 3 atau 4 orang, maka jadwal tersebut dapat digilir ke setiap anak setiap harinya.

Selain itu, kepada anak perempuan, ingatkan ayah untuk sering-sering memberikan “penghargaan” kepada anak. Sering-seringlah memuji anak perempuannya dengan “cantik”, “imut”, “manis” atau ungkapan penghargaan lainnya, agar kelak anak perempuannya tidak mencari “penghargaan” tersebut dari “laki-laki” di luar lainnya. Jika anak perempuannya beranjak remaja, ayah dapat mengatakan kepada si anak, “Anak ayah yang cantik, adik kan sekarang sudah besar, jaga diri adik baik-baik ya. Jika nanti ada laki-laki yang kurang baik sama adik, bilang sama Ayah. Ayah akan kejar ia ke ujung dunia” (Tsaaahhh…). Anak perempuan mana yang tidak akan merasa dirinya sangat berharga jika ayahnya berkata demikian? Iya kan? 🙂

 

Oke! Sekian ya catatan dari saya. Semoga di lain waktu, bisa berbagi oleh-oleh lainnya… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s